KESEHATAN

Vitamin B12 Kurangi Resiko Pikun

Jangka Panjang Penggunaan Vitamin B12

Kalsium

Pengapuran Tulang

Ketika Pengapuran Sendi Mengintai di Usia Senja

MANFAAT VITAMIN B12

Ternyata begitu penting vitamin B12 bagi tubuh manusia, silakan baca beberapa artikel yang saya kutip dari beberapa websait, semoga bermanfaat bagi pembaca dan mendapatkan kebaikan bagi pembuat artike tersebut.

 

Vitamin B12 Kunci Penuaan Otak
Para lansia dengan kadar vitamin B12 rendah berisiko tinggi mengalami atropi atau penyusutan otak. Atropi otak biasanya terkait dengan gangguan kognitif dan penyakit Alzheimer. Ironisnya, defisiensi vitamin B12 adalah masalah yang umum dijumpai pada kelompok usia ini. Demikian yang ditemukan studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology edisi 8 September 2008.

Studi tersebut melibatkan 107 sukarelawan usia 61-87 tahun yang secara kognitif normal pada awal studi. Semua partisipan menjalani pengujian klinis tahunan, scan MRI, tes kognitif, dan pengambilan sampel darah. Individu dengan kadar vitamin B12 lebih rendah pada awal studi mengalami penyusutan volume otak yang lebih besar. Mereka dengan kadar vitamin B12 terendah mengalmi penyusutan 6 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang kadar vitamin B12-nya tertinggi.

Meskipun studi anyar tersebut tidak bisa mengkonfirmasikan bahwa kekurangan vitamin B12 lah yang menyebabkan atropi otak. Namun mereka mengingatkan untuk mulai mewaspai kadar vitamin B12 khususnya pada orang tua, vegetarian, wanita hamil dan menyusui, bayi, dan menjaganya tetap terpenuhi dengan mengonsumsi diet yang bervariasi dan seimbang. Sumber yang bagus untuk vitamin B12 adalah daging, ikan, susu, dan sereal.

 

Vitamin B12 Kurangi Resiko Pikun

Vitamin B adalah jenis vitamin larut dalam air yang memiliki peran penting dalam metabolisme sel. Penelitian terbaru mengungkap, tipe vitamin B12 secara khusus dapat mencegah risiko pikun.

Vitamin B pernah diduga hanya mempunyai satu tipe seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D. Nyatanya penelitian menunjukkan, komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain.

Ada delapan tipe vitamin B yang mempunyai nama masing-masing terdiri dari vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin, vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (asam pantothenic), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B7 (biotin), vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B12 (cobalamin).

Untuk membuktikan manfaat vitamin B12, Universitas Oxford melakukan penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology. Studi itu dilakukan terhadap 107 orang sukarelawan dengan kondisi sehat selama lebih dari lima tahun. Usia peserta dengan usia antara 61 sampai 87 yang dibagi kedalam tiga kelompok berdasarkan asupan vitamin B12.

Kasus penurunan fungsi otak memang terbukti lebih banyak terjadi pada orang tua. Konsumsi roti dengan suplemen yang mengandung asam folat yaitu golongan vitamin B untuk pembentukan sel baru ternyata dapat meringankan gejala kesehatan yang diakibat kekurangan asupan vitamin B12.

Para peneliti menyimpulkan, orang tua dengan konsumsi vitamin B12 dengan dosis lebih rendah dari rata-rata kebutuhan memiliki resiko enam kali mengalami berkurangnya kemampuan otak.

Meskipun beberapa ilmuwan menganggap golongan ketiga dengan nilai terendah asupan vitamin B12 masih dalam tahap awal, mereka tetap menunjukan gejala penurunan fungsi otak.

Penelitian itu kemudian menganjurkan, konsumsi vitamin B12 yang terkandung pada daging, ikan dan susu dapat mengurangi risiko pikun di masa tua.

Profesor David Smith, yang memimpin studi Oxford mengenai ingatan menjelang usia lanjut mengatakan, pihaknya sedang melakukan percobaan terhadap vitamin B pada orang tua. Apakah konsumsi vitamin B dapat mengurangi resiko penurunan faungsi otak.

“Percobaan ini memberikan masukan yang lain untuk pemahaman kita mengenai efek vitamin B bagi otak. Tingkatan penurunan fungsi otak sejalan dengan proses tua bergantung pada apa yang kita makan,”ujarnya.

Punurunan fungsi otak sangat erat kaitannya dengan tingginya resiko terjangkitnya ganguan jiwa pada tingkat akhir. Ketua Eksekutif Perserikatan Riset Alzheimar, Rebecca Wood mengatakan, nantinya penelitian itu akan dibutuhkan.

“Penelitian ini menganjurkan asupan vitamin B12 dengan mengonsumsi daging, ikan, sereal atau susu sebagai makanan gizi seimbang dapat membantu menjaga fungsi otak. Hati dan kerang-kerang adalah makanan yang kaya akan vitamin B12,” jelasnya.

Dia menambahkan, cara yang terbaik untuk mengurangi resiko ganguan jiwa dengan tetap menjaga tubuh tetap aktif, makan dengan pola diet seimbangan, tidak merokok dan kunjungi dokter untuk mengecek tekanan darah dan kolestrol.

 

Jangka Panjang Penggunaan Vitamin B12

Tanya : Saya telah mengkonsumsi vitamin B12 sejak akhir bulan yang lalu. Sejak kembali bekerja saya sering mengalami kelelahan, akan tetapi yang lebih saya khawatirkan adalah pertumbuhan otot dan kekuatan saya yang berkurang. Klinik tempat saya berobat menyarankan agar saya mencoba mengkonsumsi vitamin B12 saja dan saya kira tidak ada salahnya untuk mencoba, walaupun tanpa berharap banyak. Ternyata sekarang badan saya seluruhnya terasa lebih enak dan ini semua sangat menyenangkan. Saya meminum vitamin B12 pada akhir minggu pekerjaan saya dan sekarang tidak terasa begitu lemah. Otot saya tidak lagi terasa sakit dan berat badan saya perlahan-lahan bertambah. Saya tidak dapat menemukan informasi yang banyak tentang dampak penggunaan vitamin B12 dalam jangka waktu yang panjang. Apakah mungkin saya akan menemukan masalah nantinya, bila saya teruskan mengkonsumsi vitamin tersebut? Saya benar-benar percaya pada khasiat vitamin B12. Saya kira vitamin ini bukanlah plasebo.
 
Jawab : Oleh: J.B. Molaghan, The Body (Januari 1998)Memang perdebatan tentang vitamin B12 masih terus berlangsung di antara para ahli medis. Saya turut senang karena perasaan Anda yang lebih baik dan atas pertambahan berat badan Anda. Perlu diketahui bahwa vitamin B12 sangat mudah ditemui dalam makanan kita sehari-hari. Untuk dapat diserap oleh tubuh vitamin B12 memerlukan suatu zat yang disebut faktor intrinsik yang diproduksi oleh lambung. Kemudian setelah berikatan dengan faktor intrinsik tersebut vitamin B12 akan diserap oleh dinding bagian atas pertama dari usus halus (ileum). Malabsorbsi (penyerapan yang salah) dari vitamin B12 dapat menyebabkan sakit perut. Odha tampaknya mudah mengalami salah penyerapan vitamin B12 dikarenakan banyaknya macam infeksi dan penyakit yang mungkin terjadi pada usus kecil mereka.Saya ingin tahu apakah Anda pernah mengukur tingkat penyerapan vitamin B12 tubuh Anda atau melakukan Hitung Darah Lengkap?. Suntikan vitamin B12 biasanya diberikan bulanan. Suntikan yang diberikan sekali seminggu kelihatannya agak berlebihan. Vitamin B12 adalah suatu vitamin yang mudah larut dalam air sama dengan vitamin C, maka bila tidak dibutuhkan untuk disimpan dalam jumlah besar di dalam tubuh; ia akan dibuang dan dikeluarkan melalui urin (air seni). Data yang banyak mengungkap masalah seputar vitamin B12 adalah yang berhubungan dengan turunnya tingkat penyerapan vitamin B12 pada Odha, sedangkan dampak pemakaiannya yang lama kurang saya perhatikan. Saya rasa Anda bisa terus mengkonsumsi vitamin B12 sesuai dosis yang dianjurkan dan jika berat badan Anda turun serta kelelahan dan sakit ototnya kambuh lagi, sebaiknya Anda mengkonsultasikannya dengan dokter Anda untuk mencari penyebab lain. Saya harap segalanya dilanjutkan untuk memperbaiki keadaan Anda.
 

KALSIUM

Usia Harapan Hidup Orang Indonesia Rendah

Dibandingkan dengan masyarakat di negara seperti Jepang atau Amerika Serikat yang mencapai usia 80 tahun, harapan hidup orang Indonesia tergolong rendah, rata-rata hanya mencapai 65 tahun. “Orang Indonesia umur 50 tahun saja sudah tidak berdaya, bahkan tulang-tulang keropos. Berbeda dengan masyarakat Jepang, meskipun usianya telah menginjak 70 tahun namun tetap produktif dan ingatannya masih baik,” kata Ketua Pusat Studi Kedokteran Anti Penuaan FK Universitas Udayana, Prof.Dr.dr Wimpie Pangkahila, di Denpasar, Jumat(5/1).

Dokter yang juga dikenal sebagai ahli seks itu mengatakan tingginya usia harapan hidup masyarakat di negara maju dikarenakan mereka menerapkan konsep anti penuaan. Tak hanya dalam pola hidup yang dijalani sehari-hari namun juga lewat perawatan dan pengobatan medis. “Konsep anti penuaan yang diterapkan seseorang mampu meningkatkan derajat kesehatan, kebugaran, misalnya meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh, fungsi biologis tetap optimal sehingga kualitas hidup sangat bermakna pada usia senja,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Wimpie, seseorang memiliki kualitas hidup jika meski sudah berusia 75 tahun masih bisa tetap produktif dan berkarya menghasilkan sesuatu yang bermakna. Proses penuaan sendiri sangat dipengaruhi banyak faktor, antara lain faktor dari dalam, seperti gaya hidup, olahraga, cukup istirahat dan juga faktor dari luar, seperti keracunan. “Semakin banyak makanan yang mengandung racun dikonsumsi, makin pendek usia harapan hidup, bahkan di usia senja cenderung tidak berdaya,” kata Wimpie.

Hal lain yang tak kalah penting, proses anti penuaan juga sangat dipengaruhi oleh persediaan hormon serta kecukupan vitamin dalam tubuh. Sedangkan proses perawatan terhadap anti penuaan menekankan pada disiplin ilmu kedokteran, yakni deteksi dini, pencegahan, pengobatan dan mengembalikan kondisi tubuh agar tetap sehat.

Sumber: Antara

Penulis: An

Saran: Gunakan Nutrisi yang tepat dan seimbang. Berikut Nutris yang sangat bagus untuk dipertimbangkan.

Calcium Powder.

Manfaat Kalsium:

Mencegah OsteoporosisMenormalkan tekanan darah dan mencegah penyakit jantung Mengatasi keluhan saat haid dan menjelang menopause Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan rematik Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui Menurunkan resiko kanker usus Membantu mineralisasi gigi & mencegah pendarahan akar gigi Menormalkan kaki tangan kering dan pecah-pecah Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah Mencegah dan pengobatan penyakit pada sistem saraf Mengatasi kencing manis

Keistimewaan Kalsium Tianshi:

Alami; bahan utamanya dari sumsum tulang sapi segar menggunakan teknologi ekstraksi kalsium organik yang modern Kadar kalsiumnya tinggi mencapai 4000mg/100gr atau 40 kali lipat kandungan kalsium dalam susu sapi Daya serapnya tinggi. Produk kalsium Tianshi diakui sebagai kalsium dengan kadar penyerapan tertinggi (95%). Mengandung nutrisi lengkap; selain mengandung bioorganik kalsium, juga mengandung fosfat, protein, asam amino, vitamin, dan mikro molekul substance lainnya yang diperlukan oleh tubuh

Zinc Cream Suplement

Kebutuhan seng:

Dewasa 10-20 mg/hari

Wanita 25-30 mg/hari

Wanita hamil dan menyusui 30-40 mg/hari

Bayi 3-5 mg/hari dan anak-anak 10 mg/hari.

Fungsi Zat Seng:

Sebagai katalisator reaksi biokimia dalam tubuh manusia Mengaktifkan berbagai macam enzim dan turut dalam persenyawaan protein Meningkatkan metabolisma hormone

Akibat Kekurangan Zat Seng:

Pertumbuhan Terhambat Ganguan hormon seks (disfungsi seksual) Rambut rontok/kebotakan Penyembuhan luka terhambat Sariawan dan panas dalam, Diare Cacat kandungan Kecerdasan Rendah Jerawat/Penyakit Kulit

Antilipemic Tea

Teh ramuan istana ini mengandung:Gymnostemma pentaphlyum, polygonum multiforum, biji Cassiotora, daun teratai dan teh hijau.

Fungsinya antara lain:

Menghancurkan lemak, Menurunkan berat badan Mengatasi asam urat Mencegah kanker Membuang racun dari tubuh Membersihkan liver Menjernihkan Penglihatan Menstabilkan tekanan darah Memperkuat daya tahan tubuh Menghitamkan rambut Menyegarkan tubuh, mencegah dehidrasi dan panas dalam

Vitality Softgel Capsules

Terbuat dari ramuan minyak pucuk gandum, vitamin E, lecitin, dan beta-karoten.

Manfaat: Sebagai anti oksidan Anti penuaan dini dan sebagai bahan kecantikan alami Memperlancar pembuluh darah Mengurangi penyakit pada system saraf Mencegah pikun Memperkuat daya ingat anak-anak dan remaja Merangsang pertumbuhan sel otak janin

Mencegah penyakit hepatitis Melebur kolesterol dalam darah dan mempercepat metabolisme

Beneficial Capsules

Komposisi: Herba Gynostemma pentaphyllum, Theopolyphenol, Vitamin C, dan nutrisi lainnya.

Manfaat:

Cocok di daerah berpolusi tinggi dan kadar oksigen rendah seperti di lokasi industri, perkotaan, dll Mencegah sesak nafas dan penyakit saluran pernafasan Filter ultraviolet yang alami Menghilangkan bau mulut Mempercepat regenerasi sel Mencegah kanker antara 20-80%

Mencegah timbulnya uban Menghilangkan lelah

Oleh pakar pengobatan China, Beneficial ini disebut sebagai penyeimbang Yin-Yang.

Vigor Rousing Capsules

Kandungan utamanya resveratrol yang diambil dari batang pohon anggur.

Manfaat:

Mencegah penyakit pembuluh darah dan jantung Memperlancar aliran darah otak Membantu mengatasi stroke Anti oksidan kuat Menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah Mengendalikan pertumbuhan sel kanker Mencegah leukimia

Vigor Rousing mendapat penghargaan “Break Through Achievement” dari Tianjin Medical Science Society karena merupakan produk sejenis pertama yang dapat diproduksi secara modern, disebut sebagai “The Future Medicine”. Keunggulannya adalah kemampuan resveratrol untuk bekerja di tingkat sel dimana obat-obatan yang ada di pasaran sekarang hanya menjangkau tingkat jaringan.

Cordyceps Mycellium Capsules

Cordyceps hidup di dataran tinggi Qingzhang 3500 m di atas permukaan laut. Merupakan kombinasi ulat dan tanaman, selama musim dingin cordyceps berada dalam tanah, hidup seperti ulat. Pada musim panas keluar dari tanah tumbuh menjadi tanaman kecil.

Manfaat Cordyceps bagi Kesehatan:

Sebagai zat pengatur kekebalan tubuh Antibiotik berkadar tinggi Menurunkan peradangan Meningkatkan pasokan darah ke jantung & paru-paru Menekan rasa lelah, mengatasi kekurangan oksigen Menurunkan lemat darah, meningkatkan daya tahan sel terhadap oksidasi Meringankan berbagai penyakit sistem pernafasan seperti batuk, nafas pendek, bengek, dan TBC Memperbaiki mekanisme kerja ginjal, melancarkan buang air kecil, memperbaiki pegal pinggang, lemah tungkai, ejakulasi dini, sering kencing malam, dan lemah ginjal Anti pembekuan darah dalam pembuluh darah jantung Memperbaiki fungsi hai, seperti penyakit hepatitis dan sirosis hati Melawan tumor dan mengendalikan kanker stadium lanjut Filterisasi racun dan mengeluarkan kotoran dan sisa obat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Merupakan anti oksidan yang sangat baik dikonsumsi oleh kalangan perokok Cordyceps (Tung Chung Sia Chau) merupakan landmark dalam pengobatan Tiongkok kuno yang dikenal baik oleh shinshe sebagai zat penyembuh yang luar biasa.

Info produk dan bisnis

Hub. Aminudin

Hp. 0813-17326708

ID 792-39938

PENGAPURAN TULANG
Bukan Akibat Kelebihan Kalsium

Pengapuran tulang (osteoartritis) selama ini disalahpersepsikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelebihan asupan kalsium. Padahal, osteoartritis yang masuk golongan penyakit rematik ini tersebut tidak ada hubungannya dengan konsumsi kalsium yang berlebihan. Osteoartristis timbul akibat gerakan pada sendi yang berlebihan, serta tekanan dari berat badan tubuh seseorang.

“Karena itu, pengapuran tulang banyak terjadi pada orang-orang yang gemuk, terlalu banyak olahraga serta orang-orang yang kesehariannya terlalu lama jongkok, berdiri dan duduk,” kata Prof Dr dr Harry Isbagio SpPD-KR dalam percakapan dengan wartawan disela-sela pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta, Sabtu (10/12).

 

Ia menjelaskan, penyakit osteoartristis tidak bisa dihindari karena bagian dari proses penuaan tubuh. Namun, pada orang-orang yang kegemukan, osteoartritis lebih cepat terkena dibandingkan mereka yang kurus maupun bertubuh ideal. Orang kurus pun bisa terkena osteoartritis bila memiliki kebiasaan tidak sehat seperti olahraga berlebihan, terlalu lama berdiri, jongkok atau duduk.
“Sebenarnya orang gemuk dan orang kurus memiliki risiko penyakitnya sendiri. Pada orang gemuk cenderung terkena osteoartritis, sedangkan orang kurus terkena osteoporosis atau patah tulang. Karena itu, usahakan agar berat badan ideal agar terhindar dari penyakit osteoporosis atau osteoartritis,” ujarnya.
Akibat penggunaan sendi yang berlebihan sewaktu muda, lanjut Presiden RAA (Rheumatism Association of Asean), kelenturannya menjadi berkurang. Sehingga sendi menjadi “berkarat” saat ia memasuki usia lanjut. “Akibatnya sendi menjadi terasa sangat nyeri saat digerakan, karena “pelumas” yang ada sudah berkurang akibat pemakaian yang berlebihan,” ujarnya.
Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling sering didapatkan dan penyeban terpenting dari nyeri dan ketidakmampuan pada lansia (lanjut usia). Osteoartritis itu paling banyak terjadi pada tulang belakang, lutut, tangan dan kaki.
“Gejala klinik dari osteoartritis meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Osteoartritis dimulai dengan kerusakan pada tulang rawan sendi yang berakhir dengan kerusakan ke seluruh sendi. Lebih dari 80 persen penderita osteoartritis mengalami keterbatasan gerak,” katanya.
Dipaparkan, prevalensi penyakit osteoartritis mencapai 10 persen dari jumlah pendduk yang berusia 60 tahun. Di Amerika, osteoartritis menyerang 12,1 persen penduduk usia 25-75 tahun dengan kecacatan pada lutut, panggul dan tangan. Sedangkan di Inggris, 25 persen populasi penduduk usia 55 tahun ke atas menderita osteoartritis di lutut.
“Dampak ekonomi, psikologi dan sosial dari osteoartritis sangat besar, tidak hanya untuk penderita tetapi juga keluarga dan lingkungannya. Diperkirakan biaya nasional untuk semua artritis sebesar 1 persen dari GNP. Di Australia, biaya medik yang dikeluarkan mencapai 2.700/orang/tahun,” katanya.
Di Indonesia, menurut dr Harry Isbagio, osteoartritis merupakan penyakit rematik yang paling banyak ditemui. Di Kabupaten Malang dan Kotamadya Malang ditemukan prevalensi sebesar 10 persen dan 13,5 persen. Sedangkan di Poliklinik Subbagian Reumatologi FKUI/RSCM ditemukan pada 43,82 persen dari seluruh penderita baru penyakit rematik yang berobat selama kurun waktu 1991-1994.
Menurut pria kelahiran Magelang 24 Desember 1948 itu hingga kini belum ada obat yang secara pasti menghilangkan penyakit osteoartritis. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya untuk menghilangkan rasa nyerinya saja.
Ketika ditanyakan soal pengobatan alternatif yang kabarnya bisa menghancurkan “kapur” tersebut, dokter ahli rematik itu segera membantah bahwa pengapuran tidak bisa diobati atau dicairkan sebagaimana dikatakan para penyembuh alternatif.
“Kata pengapuran di sini jangan diartikan secara harafiah telah terjadi pengendapan. Pengapuran ini istilah saja karena sebenarnya di sendi itu justru mengalami penipisan tulang sehingga sendi kehilangan daya lenturnya. Karena itu saat bergerak, sendi terasa. Suntikan itu mungkin untuk menghilangkan rasa nyeri, tidak untuk mencairkan terjadinya pengapuran itu,” ucapnya.
Ditanyakan teknologi terbaru untuk mengobati osteoartritis, dr Harry Isbagio mengatakan, teknologi terkini pada obat-obatan yang bisa mengatasi rasa nyeri dengan cepat tanpa efek samping. Selain itu, pasien diminta untuk diet agar berat badannya tidak menekan rasa nyeri, serta diminta untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. (Tri Wahyuni)
 
Ketika Pengapuran Sendi Mengintai di Usia Senja

Kamis, 5 Januari, 2006 oleh: gmikro
Ketika Pengapuran Sendi Mengintai di Usia Senja
Gizi.net – Tetap bugar dan sehat di usia senja merupakan dambaan setiap orang. Namun, kenyataannya berbagai penyakit degeneratif justru kerap menyerang seiring bertambahnya umur. Salah satunya adalah penyakit osteoartritis atau dikenal dengan pengapuran sendi.

Penyakit ini ternyata juga diderita Kurnialani Salim (51). Setiap kali hendak berdiri setelah duduk lama, ia merasa nyeri pada bagian lutut. Kadang lututnya berbunyi seperti mau patah. ”Kalau pergi ke mal bersama anak, saya lebih banyak duduk. Soalnya, kaki tidak kuat kalau jalan jauh,” ujar perempuan yang memimpin dua kantor cabang Bank Haga Jakarta ini.

”Menyetir mobil sendiri juga susah. Mobil saya kan tidak otomatis sehingga harus sering menggunakan kaki saat mengemudi,” tuturnya. Padahal setiap hari ia harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kediamannya di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menuju kantornya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Belum lagi kalau arus lalu-lintas padat.

Rutinitas

Kendati tetap bisa menjalankan rutinitas pekerjaan, rasa sakit itu jelas mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Apalagi sebagai eksekutif di dunia perbankan, ibu dari dua anak ini dituntut memiliki mobilitas tinggi. Selain harus mengelola manajemen perusahaan, ia juga aktif membina relasi dengan para nasabah bank tempat dia bekerja sejak 15 tahun lalu.

Hal serupa juga dialami Ny Tuti Sumarti (54) yang menderita osteoartritis sejak tahun 2003 silam. Saat itu ia tengah mencuci baju di rumahnya, di Kelapa Gading Timur, Pulo Gadung, Jakarta Utara. Tiba-tiba rasa nyeri menyerang pada pinggang hingga lutut ketika mengangkat ember berisi tumpukan baju yang habis dicucinya. Bahkan, ibu dari seorang putra ini sempat mengalami pembengkakan pada bagian lutut. ”Setiap kali naik tangga, rasa nyeri pada bagian lutut itu kambuh lagi. Kadang bagian tumit juga pegal,” kata ibu dari seorang anak ini. Padahal sebagai perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, ia harus sering berjalan dan naik-turun tangga untuk melayani pasien dan mengurus administrasi kantor.

Ny Salihati Tulus (78), pensiunan Departemen Agama (Depag) juga mengalami osteoartritis sejak beberapa tahun silam yang diawali rasa lemas pada seluruh tubuhnya. Lambat laun lututnya pun terasa nyeri. Beberapa bagian tubuh yang lain juga mengalami hal serupa, di antaranya punggung. ”Semula bagian kanan yang sakit diikuti bagian kiri hingga saya sulit bersimpuh waktu shalat,” tuturnya.

Rasa nyeri itu kian terasa jika ia berjalan terlalu lama dan mengangkat beban berat. Jika rasa nyeri kambuh, ia sulit menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk shalat. ”Agar tidak terlalu capek, saya pakai alat bantu seperti mesin cuci. Apalagi di rumah saya hanya tinggal berdua dengan suami setelah anak-anak kami berumah tangga,” ujarnya.
Sebelum sakit yang diderita bertambah parah, Elsye memilih segera memeriksakan kesehatan ke seorang dokter di Rumah Sakit Cikini, Jakarta. Atas rekomendasi dokter tersebut, ia menjalani rontgen dan pemeriksaan darah untuk memastikan apa jenis penyakit yang dideritanya. ”Begitu terasa nyeri, saya segera ke dokter. Saya tidak mau terlambat memeriksakan kesehatan,” tutur Kurnialani yang akrab dipanggil Elsye ini.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan ia mengalami pengapuran sendi. Menurut dokter, ada beberapa alternatif yang bisa ditempuh untuk mengatasi, yakni dengan obat- obatan, suntikan, sampai pembedahan jika sampai terjadi patah tulang. ”Karena baru terjadi sedikit pengapuran sendi dan pembengkakan, saya dianjurkan mengonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri,” tuturnya. Ia juga diminta menurunkan berat badan dan rutin menjalani terapi fisik. Selain mengikuti terapi fisik di Rumah Sakit Hermina, Jakarta, ia berlatih senam untuk penderita osteoartritis di sela-sela aktivitas sehari-hari. ”Setiap hari saya berlatih fisik untuk menguatkan otot dan persendian kaki baik di rumah maupun di kantor. Pokoknya, setiap ada waktu, saya pasti latihan sendiri,” ujarnya.

Gangguan

Hasilnya, dalam waktu dua bulan gangguan nyeri pada persendian kaki berangsur hilang. Ia pun kembali dapat bekerja optimal tanpa gangguan rasa nyeri. ”Tim medis yang menangani sampai heran, kok saya bisa cepat pulih dari rasa nyeri karena pengapuran sendi. Meskipun ada sedikit pembengkakan, saya tidak sampai disuntik untuk menyedot cairan,” kata Elsye. Menurut dia, kunci sukses pengobatan bagi penderita osteoartritis adalah deteksi dini adanya gejala klinis penyakit itu dan kepatuhan pada anjuran tim medis. ”Jangan jadikan terapi fisik itu sebagai beban, tetapi jalani saja dengan santai. Buktinya saya masih bisa berlatih fisik sambil nonton televisi maupun di sela-sela aktivitas kantor,” tuturnya.

”Saya juga berusaha menurunkan berat badan karena itu salah satu faktor risiko terkena pengapuran sendi. Tapi, saya tidak mau berat badan turun drastis karena itu bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit pada lambung. Yang penting, menghindari makanan yang berkolesterol tinggi,” kata Elsye. Belakangan ia juga mencoba diet berdasarkan golongan darah. Sementara itu, Ny Tuti mengaku harus menjalani penyedotan cairan pada lutut karena mengalami pengapuran yang menjadi penyebab pembengkakan pada lutut. Selain mengonsumsi obat, ia mengikuti senam rematik dan secara rutin menjalani terapi fisik di Unit Rehabilitasi Medik RSCM. ”Setiap hari saya juga melakukan senam di rumah,” ujarnya.

Ia juga menghindari melakukan aktivitas fisik yang menimbulkan rasa nyeri pada persendian, seperti naik tangga. ”Saya menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi maupun menimbulkan asam urat seperti daun melinjo, emping, dan daung singkong. Awalnya susah sekali karena saya sangat gemar makan lalapan segar,” ujarnya.

Ny Salihati bahkan sempat dirawat di rumah sakit karena didiagnosis mengalami infeksi. Sebagian giginya pun harus dicabut sehingga ia sulit makan. Belakangan, ia dinyatakan menderita pengapuran sendi. ”Saya memang tidak rutin ikut senam rematik dan terapi fisik. Tapi, saya pakai korset khusus untuk menyangga punggung dan tongkat sebagai alat bantu berjalan, serta menghindari kegiatan fisik berat,” tuturnya.

Pengapuran sendi (osteoartritis) kian banyak dialami masyarakat, terutama pada orang yang telah berusia lanjut. Karena itu, menurut spesialis penyakit Dr Yoga Kasjmir SpPD-KR dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), berbagai faktor risiko perlu sejak dini dikenali agar bisa melakukan tindak pencegahan penyakit itu.

Rawan sendi

Osteoartritis dimulai dari kerusakan tulang rawan sendi yang antara lain diikuti pertumbuhan osteofit, penebalan tulang subkondral, dan kerusakan ligamen. Pengapuran ini umumnya menyerang sendi penopang tubuh, seperti sendi lutut, panggul, dan sendi jari tangan. Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa menimbulkan kerusakan seluruh organ sendi hingga cacat.

Penderita osteoartritis mengalami gejala klinis antara lain, nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, dan tulang berderik. Nyeri sendi merupakan keluhan awal pasien dan akan muncul setelah sendi yang terserang digunakan. Gangguan ini bertambah berat jika sendi digunakan berlebihan dan akan berkurang bila diistirahatkan. ”Jika bertambah parah, nyeri sendi juga muncul saat beristirahat,” katanya.

”Pengapuran sendi paling banyak didapatkan pada tulang belakang, lutut, tangan, dan kaki, serta otot sekitar sendi. Karena rawan sendi aneural, maka nyeri sendi pada osteoartritis berasal dari struktur di luar rawan sendi,” ujar Yoga. Makin bertambah usia, prevalensi penderita pengapuran sendi ini makin meningkat. Sejauh ini penyakit tersebut tidak pernah ditemukan pada anak dan jarang terjadi pada orang dewasa muda.

Faktor risiko yang menimbulkan pengapuran sendi antara lain, kegemukan (obesitas), mobilitas tinggi, densitas massa tulang, hormonal dan penyakit rematik kronik lainnya. Pada sejumlah penelitian terhadap lansia ditemukan, perempuan lebih sering terserang osteoartritis pada lutut, tangan dan kaki jika dibandingkan dengan pria. Sementara pria cenderung mengalami pengapuran sendi pada panggul.

”Selain faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi seperti hormonal dan usia, trauma dan pemakaian sendi berlebihan juga meningkatkan risiko terserang pengapuran tulang pada sendi,” kata Yoga.
Peranan beban mekanik berlebih pada sendi lutut dan panggul akan menimbulkan kerusakan tulang rawan sendi, kegagalan ligamen dan struktur lain untuk menopang badan.
Maka dari itu, pencegahan osteoartritis sebaiknya dimulai sejak dini dengan mengenali faktor risiko penyakit itu dan berlatih fisik secara teratur, seperti bersepeda, berenang, dan senam rematik untuk menguatkan otot quadriceps, dan menghindari penggunaan sendi berlebihan.

”Jika terkena osteoartritis, penderita sebaiknya segera berobat disertai terapi fisik secara berkala,” ujar Yoga.

Sumber : www.kompas.co.id