| Suara Terbanyak, Pemilih Antusias |
| Rabu, 31 Desember 2008 | |
| TIBAN – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemberlakuan suara terbanyak bukan saja mendapat respon positif bagi para caleg yang berada di nomor urut “sepatu”, tapi juga. masyarakat pemilih. Mereka mengaku semakin antusias karena bisa memilih langsung figur caleg bersangkutan. “Saya lebih suka memilih figur calegnya dari pada partainya. Berbeda dengan pemilu sebelumnya, kita memilih caleg nomor lima tapi yang terpilih nomor urut satu. Nah pemilu sekarang, tidak berlaku lagi nomor urut jadi saya berkeinginan memilih caleg yang menjadi figur wakil rakyat, dan dia nantinya yang akan mewakili rakyat sesuai pilihan rakyat,” kata Lidya H warga Tiban Koperasi. Sebelumnya, perempuan yang berprofesi pengusaha ritel ini sangat apatis dengan pemilu, meskipun dirinya tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT). Karena adanya putusan MK yang memberlakukan sistem suara terbanyak, maka keinginan untuk memilih menjadi semangat. Disadarinya pemilu adalah proses pergeseran untuk menjadikan kehidupan yang lebih baik.”Coba sejak awal diputuskan sistem suara terbanyak, saya jadi tidak ragu lagi untuk memilih caleg. Karena saya yakin dengan pemilu ini, tatanan kehidupan akan menjadi lebih baik, asalaan wakil rakyatnya sesuai pilihan rakyat,” katanya lagi. Senada juga dikatakan Rosa, warga Tiban Koperasi Blok K 25, pemilu yang akan datang diharapkan sebagai langkah awal menuju demokrasi di negeri ini. Rakyat bukan lagi memilih kucing dalam karung, tapi wakil rakyat yang akan duduk di lembaga legislatif, mereka yang memiliki kapasitas sesuai pilihan rakyat sehingga bisa mengemban aspirasi rakyat. “Kami berharap ada pergeseran yang lebih baik, dengan pemilu yang demokrasi diharapkan wakil rakyat kita memiliki kualitas dan bisa mensejahterakan rakyatnya,” harapnya. Di tempat terpisah, Pengamat Politik Batam, Muhammad Azhar berpendapat, dengan sistem suara terbanyak ini tidak menuntut kemungkinan antusias pemilih akan semakin besar. “Sayangnya putusan MK ini baru-baru ini, coba sejak sebelum penetapan DPT maka antusias pemilih akan semakin besar,” katanya. Meskipun terlambat putusan MK tersebut, paling tidak akan menambah semangat masyarakat yang tercatat sebagai DPT untuk memilih caleg pyang menjadi figurnya. “Yang tadinya males memilih, dengan putusan tersebut masyarakat jadi ingin memilih karena ada sesuatu yang baru. Istilahnya apa yang menjadi pilihannya bisa berharap terpilih,” kata Rasal mengakhiri. Pria yang juga Ketua BP7KR ini optimis, kalau pada periode 2009-2014, wakil rakyat yang berjuang di parlemen adalah mereka yang berkualitas dan pro rakyat. Sebab, mereka jadi atas legitimasi langsung rakyat. “Setidaknya, kalau mereka akan menimalisir kepentingan pribadi dan kelompok dalam setiap menentukan kebijakan. Karena mereka punya beban moral, setelah dipilih langsung masyarakat,” imbuhnya. (sm/ts) |
http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=4606&Itemid=50
DIarsipkan di bawah: Uncategorized










