ZIKRULLAH …..

Sabtu, 20-12-2008 14:13:52
Zikirullah, Sang Pemimpin Kota Batam “Lupa” Bangun Kampung-nya

Oleh : Yustin MS

BATAM – “Zikirullah itu nama Pak Ahmad Dahlan ketika dia masih kecil. Dulu, saat menjadi guru ngaji untuk anak-anak, menggantikan Datuk Dahlan H. Syukur dan nenek, Khatizah (kedua orang tua Walikota Batam) ketika berhalangan, Zikirullah itu sangat rajin,” demikian Zaenab, salah satu ponakan Walikota Ahmad Dahlan.

Namun, sejak dilantik menjadi Walikota Batam, Zaenab menambahkan, meski telah temu janji, tidak pernah datang menghadidi undangan. Termasuk pada acara-acara keagamaan. Menurutnya, banyak warga yang merupakan kerabat dan keluarga dekatnya menganggap Walikota Batam Ahmad Dahlan, seorang pemimpin yang lupa dan kurang memperdulikan nasib pembangunan tempat kelahirannya di RT 03/RW 01 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

“Padahal, warga sangat mengharapkan kehadirannya di kampung ini. Minimal hanya melihat sanak saudara,” tukas ibu Zaenab, Jumat (19/12) di sela-sela kunjungan BKKBN Kepri dan Bagian Advokasi BKKBN Jakarta ke Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) ‘Melati’ di Batu Besar, Nongsa.

UPPKS Melati yang bergerak dibidang kerajinan kerang-kerangan mendapat kunjungan kerja Tim BKKBN Kepri dan Bagian Advokasi BKKBN Jakarta, yang juga menyertakan beberapa wartawan nasional dan lokal, salah satunya Batamtoday, dalam rangka melihat langsung kegiatan dan perkembangan usaha binaan BKKBN Kepri tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zaenab juga meluapkan kekecewaannya atas sikap ’skeptis’ Walikota Batam, yang selalu mengelak hadir di kampung sendiri. Termasuk ketika Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS), yang hadir menggantikan Mendiknas Bambang Sudibiyo karena berhalangan, saat meninjau UPPKS Melati, baru-baru ini, atas keberhasilan UPPKS Melati mengangkat nama Batam di tingkat nasional, Ahmad Dahlan juga tidak hadir mendampingi Dirjen.

“Pernah ada temu janji dan sudah dicatat protokoler. Tetapi Ahmad Dahlah selalu mengutus orang lain,” beber Zaenab.

Rahmatia atau yang sering disapa Tia, salah satu pengurus UPPKS Melati pada kesempata itu menyampaikan, semenjak UPPKS Melati menjadi binaan BKKBN Kepri, sejak dua tahun lalu, telah menerima dua kali bantuan sebesar Rp 5 juta dari Pemprov Kepri. Selain itu, kelompoknya juga mendapat pelatihan dari tim Pemko Batam. “Pemko Batam hanya memberikan pelatihan saja, itu pun di saat penghujung tahun. Munkin hanya menghabiskan anggaran saja,” katanya.

Lebih jauh Tia mengungkapkan, UPPKS Melati yang telah berhasil menembus pasar hingga Jakarta dan Bandung dan tercatat di Dekranasda Provinsi Kepri ini, telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan dana bergurlir melalui Setda atau Dinas Koperasi Kota Batam, namun belum pernah direalisasikan.

Pantauan Batamtoday dan sejumlah wartawan nasional, prestasi UPPKS Melati yang berhasil meningkatkan pendapatan rumah tangga anggotanya, adalah pantas dibanggakan.

“Pendapatan setiap anggota ibu rumah tangga Rp 300 ribu per bulan dengan omset antara Rp 2 sampai 3 juta. BKKBN sangat perduli, sementara Pemko Batam hanya isapan jempol. Kami bukan meminta apa-apa dengan Walikota, cuma perhatian agar ibu-ibu binaan dapat bekerja sambilan,” sebut Ketua Kelompok UPPKS Melati, Zaenab menggeleng kepala.

Hingga berita ini dipubliskan, Batamtoday belumbergasil mendapatkan konfirmasi dari Walikota Batam Ahmad Dahlan. Ponselnya yang beberapa kali dihubungi, tidak diangkat meski terdengar nada tersambung. Batamtoday yang berupaya menghubungi melalui nomor ajudannya, juga tidak diangkat.

Tinggalkan Balasan